Hubungi Kami
Invalid YouTube URL.
Kegiatan Belajar Bersama Ostomate (BBO) kembali diselenggarakan pada Kamis, 2 April 2026 pukul 10.00–12.15 WIB secara hybrid, yaitu bertempat di Museum Ostomi Indonesia serta melalui platform Zoom. Acara ini menghadirkan narasumber Tomi Abas, S.Kep., Ners., WOC(ET)N selaku Manajer Museum Ostomi Indonesia, serta Rifa Qidya Ardi, S.Kep., CWCC, CST sebagai perawat stoma. Kegiatan dipandu oleh fasilitator Nurhanita.
Sebanyak tujuh belas peserta daring dan tujuh peserta luring turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Peserta berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Bogor, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Malang, Banyumas, Banjarmasin, Palangkaraya, hingga dari Malaysia. Mayoritas peserta merupakan pelaku rawat awam, seperti anggota keluarga atau kerabat, yang berperan penting dalam mendampingi ostomate.
Fokus Pembahasan: Perawatan Stoma dan Tantangan Pelaku Rawat
Kegiatan diawali dengan sambutan fasilitator yang menjelaskan tujuan sesi, yaitu meningkatkan pemahaman mengenai cara merawat stoma yang baik dan benar, serta mengulas berbagai tantangan yang dihadapi pelaku rawat.
Dalam pemaparannya, pihak Museum Ostomi Indonesia memperkenalkan peran museum sebagai pusat edukasi sekaligus berbagi informasi terkait stoma. Narasumber juga menjelaskan berbagai aspek penting dalam perawatan stoma, mulai dari teknik dasar hingga penanganan masalah yang sering muncul.
Beberapa isu teknis yang dibahas dalam sesi ini antara lain:
Aspek Emosional dan Dukungan Psikososial
Selain aspek teknis, diskusi juga menyoroti pentingnya dukungan emosional bagi ostomate dan pelaku rawat. Banyak ostomate mengalami kecemasan, seperti kekhawatiran kantong stoma bocor, kondisi penyakit yang memburuk, hingga kesulitan menerima kondisi diri.
Pelaku rawat, khususnya yang tidak memiliki latar belakang medis, juga menghadapi tantangan tersendiri. Mereka kerap belajar secara mandiri melalui pengalaman, bahkan mengalami kelelahan emosional (burnout). Namun demikian, dukungan dari komunitas, akses informasi melalui media sosial, serta keterlibatan dalam kelompok sebaya terbukti sangat membantu.
Pentingnya Edukasi dan Akses Tenaga Profesional
Dalam sesi ini juga ditekankan pentingnya edukasi yang komprehensif bagi ostomate dan pelaku rawat, baik sebelum maupun setelah operasi. Informasi dasar seperti jenis stoma, penggunaan kantong stoma, hingga potensi komplikasi perlu dipahami dengan baik.
Peserta juga diingatkan bahwa mereka berhak mendapatkan akses terhadap perawat stoma terlatih. Namun, saat ini jumlah tenaga profesional tersebut masih terbatas dibandingkan dengan kebutuhan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Pesan Kunci: Terus Belajar dan Saling Mendukung
Menutup sesi diskusi, narasumber menyampaikan bahwa rasa lelah, sedih, dan takut adalah hal yang wajar dialami, baik oleh ostomate maupun pelaku rawat. Perasaan tersebut sering kali muncul akibat kurangnya informasi. Oleh karena itu, penting untuk terus belajar melalui berbagai sumber terpercaya, seperti jurnal, artikel, media sosial edukatif, serta konsultasi dengan tenaga ahli.
Para peserta juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Mereka merasakan bahwa informasi yang didapat tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dalam merawat dan menjalani kehidupan sebagai ostomate maupun pelaku rawat.
Rencana Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut, kegiatan Belajar Bersama Ostomate berikutnya direncanakan akan kembali dilaksanakan secara hybrid pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 10.00–12.00 WIB dengan topik “Seksualitas, Reproduksi, dan Kehamilan”.
Selain itu, pihak Museum Ostomi Indonesia akan membagikan dokumentasi kegiatan serta notulensi melalui grup WhatsApp. Bagi ostomate maupun pelaku rawat yang membutuhkan konsultasi lebih lanjut, dapat menghubungi Admin Museum Ostomi Indonesia 0813-1606-5923 atau bergabung dalam komunitas Sahabat Ostomate.
Updated: 07 Apr 2026