Sekitar 20–30% penyandang diabetes akan mengalami komplikasi kulit selama perjalanan penyakitnya, yang dapat menjadi indikator awal gangguan metabolik, neuropati, maupun vaskular (Lima et al., 2017; American Diabetes Association [ADA], 2025).
Manifestasi kulit seperti xerosis, kalus, infeksi jamur, dermopati diabetik, hingga bullosis diabeticorum sering muncul sebelum terbentuknya ulkus kaki diabetes (Bolognia et al., 2021; International Working Group on the Diabetic Foot [IWGDF], 2023).
Sekitar 19–34% penyandang diabetes akan mengalami ulkus kaki sepanjang hidupnya, dan sebagian besar diawali oleh faktor risiko yang sebenarnya dapat dikenali lebih dini melalui pemeriksaan kulit (Armstrong et al., 2017; IWGDF, 2023).
Ulkus kaki diabetes merupakan penyebab utama lebih dari 50% amputasi non-trauma di berbagai negara, dengan risiko mortalitas yang tinggi apabila disertai infeksi berat(International Diabetes Federation [IDF], 2021; Armstrong et al., 2020).
Pemeriksaan kulit secara rutin sebagai bagian dari skrining kaki diabetes terbukti meningkatkan deteksi dini, mempercepat intervensi, dan menurunkan risiko komplikasi serta amputasi (IWGDF, 2023; American Diabetes Association [ADA], 2025).
Mengenali berbagai manifestasi kulit diabetes sebagai indikator dini komplikasi.
Melakukan skrining kulit dan kaki diabetes berdasarkan rekomendasi guideline terbaru.
Membedakan kelainan kulit yang memerlukan observasi, intervensi, atau rujukan.
Menyusun strategi pencegahan ulkus melalui edukasi, perawatan kulit, dan pengendalian faktor risiko.
Mengintegrasikan pemeriksaan kulit dalam pelayanan diabetes di rumah sakit, klinik, dan puskesmas.
Yuk daftarkan diri Anda sekarang dan tingkatkan kompetensi bersama para ahli!
DAFTAR SEKARANG ← Kembali