Gangguan saluran cerna, seperti diare, Irritable Bowel Syndrome (IBS), dan penyakit inflamasi usus, masih menjadi masalah kesehatan dengan angka kejadian yang tinggi serta berdampak pada kualitas hidup dan beban pelayanan kesehatan di berbagai negara (World Gastroenterology Organisation [WGO], 2023).
Ketidakseimbangan mikrobiota usus (gut dysbiosis) berhubungan dengan meningkatnya risiko gangguan pencernaan, malnutrisi, gangguan sistem imun, hingga penyakit metabolik (Hill et al., 2014; WGO, 2023).
Probiotik tertentu terbukti membantu mengurangi durasi diare akut, mencegah diare terkait antibiotik, serta mendukung keseimbangan mikrobiota usus apabila digunakan sesuai indikasi klinis (WGO, 2023; Guarner et al., 2023).
Asuhan gizi yang tepat merupakan bagian integral dalam tata laksana gangguan saluran cerna untuk mencegah malnutrisi, mempercepat penyembuhan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien (European Society for Clinical Nutrition and Metabolism [ESPEN], 2023).
Pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan dokter, ahli gizi, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya terbukti meningkatkan luaran klinis, efisiensi pelayanan, serta keselamatan pasien dengan gangguan gastrointestinal (ESPEN, 2023; WGO, 2023).
Update evidence terkini mengenai peran probiotik dalam berbagai gangguan saluran cerna.
Prinsip pemilihan probiotik berdasarkan indikasi klinis dan bukti ilmiah.
Strategi asuhan gizi yang efektif pada pasien dengan gangguan gastrointestinal.
Integrasi terapi nutrisi dan probiotik dalam meningkatkan outcome klinis pasien.
Implementasi praktik berbasis evidence di rumah sakit, klinik, dan pelayanan kesehatan primer.
Yuk daftarkan diri Anda sekarang dan tingkatkan kompetensi bersama para ahli!
DAFTAR SEKARANG ← Kembali