Diperkirakan 5–10% pasien kanker mengalami malignant fungating wounds, terutama pada kanker payudara, kepala-leher, dan kulit stadium lanjut, yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup (European Oncology Nursing Society [EONS], 2022; Probst et al., 2020).
Luka kanker sering disertai nyeri hebat, eksudat berlebih, perdarahan, bau tidak sedap, dan infeksi, sehingga memerlukan tata laksana yang komprehensif dan individual (European Wound Management Association [EWMA], 2022; Grocott et al., 2013).
Dampak psikososial akibat luka kanker, seperti isolasi sosial, kecemasan, depresi, dan penurunan harga diri, dapat memperburuk kualitas hidup pasien dan keluarganya Probst et al., 2020; EONS, 2022).
Penatalaksanaan yang tidak tepat dapat meningkatkan frekuensi rawat inap, memperburuk gejala, serta menambah beban pelayanan kesehatan (NICE, 2021; EWMA, 2022).
Pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan perawatan luka, pengendalian gejala, nutrisi, manajemen nyeri, dan perawatan paliatif terbukti meningkatkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien kanker (EWMA, 2022; European Society for Medical Oncology [ESMO], 2023).
Update evidence dan rekomendasi terbaru mengenai manajemen luka kanker.
Strategi asesmen luka kanker serta pengendalian nyeri, bau, eksudat, dan perdarahan.
Pemilihan dressing yang tepat sesuai karakteristik dan tujuan perawatan luka kanker.
Pendekatan komunikasi terapeutik dan edukasi pasien serta keluarga dalam perawatan paliatif.
Implementasi pelayanan multidisiplin untuk meningkatkan kualitas hidup pasien di rumah sakit, klinik, maupun layanan komunitas.
Yuk daftarkan diri Anda sekarang dan tingkatkan kompetensi bersama para ahli!
DAFTAR SEKARANG ← Kembali