Wocare
SME
Solusi Medikal Event Webinar & Workshop Kesehatan Profesional
← CONFERENCE

DIBATES WOUND EXPO 2026

DIBATES WOUND EXPO 2026

Pelayanan diabetic foot dan wound care saat ini menjadi salah satu tantangan utama dalam sistem kesehatan global, termasuk di Indonesia. Kompleksitas kasus luka diabetes yang terus meningkat tidak hanya berdampak pada tingginya angka amputasi, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup pasien, beban ekonomi keluarga, serta pembiayaan layanan kesehatan nasional. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan oleh European Wound Management Association melaporkan hasil survei terhadap tenaga kesehatan pada layanan diabetic foot di Tuscany, Italia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pelayanan diabetic foot meliputi keterbatasan keterampilan teknis, kurangnya pemahaman terhadap guideline terkini, kebutuhan peningkatan kompetensi profesional, serta hambatan organisasi berupa keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, dan akses terhadap layanan revaskularisasi maupun bedah lokal. Temuan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan pelayanan diabetic foot sangat bergantung pada kekuatan sistem multidisiplin dan kesinambungan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan.

Kondisi tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan situasi pelayanan diabetic wound care di Indonesia. Berdasarkan hasil pengisian survei pada kegiatan Diabetic Wound Education 2025 yang melibatkan sekitar 100 responden tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, ditemukan bahwa sebagian besar responden masih menghadapi tantangan dalam asesmen kaki diabetik, deteksi dini iskemia, manajemen infeksi, pemilihan terapi balutan modern, offloading, serta koordinasi rujukan multidisiplin. Selain itu, belum meratanya keberadaan wound care unit, keterbatasan tenaga kesehatan kompeten di bidang wound care, serta minimnya integrasi pelayanan vaskular, rehabilitasi, dan edukasi preventif menjadi hambatan yang sering ditemukan di berbagai daerah. Situasi ini menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan dalam pengembangan pelayanan diabetic wound care berbasis evidence dan kolaborasi multidisiplin.

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, dicanangkan Project Diabetic Wound Care Management 2025–2030 sebagai upaya strategis untuk memperkuat sistem pelayanan luka diabetes di Indonesia. Project ini bertujuan membangun pelayanan diabetic wound care yang lebih preventif, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan, standardisasi praktik klinis, serta pengembangan jejaring multidisiplin. Fokus utama project meliputi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan sertifikasi wound care, pengembangan diabetic foot screening berbasis risiko, implementasi clinical pathway dan SOP yang terstandar, penguatan layanan multidisciplinary diabetic foot team, serta peningkatan akses terhadap layanan vaskular, rehabilitasi, dan edukasi pasien. Selain itu, project ini juga mendorong pengembangan program promotif dan preventif melalui edukasi masyarakat, skrining dini kaki diabetik, serta peningkatan kesadaran pentingnya foot care untuk mencegah amputasi.

Hasil survei tersebut juga memperlihatkan bahwa transformasi pelayanan diabetic foot tidak dapat hanya bergantung pada pendekatan individual, tetapi membutuhkan model kolaborasi multidisiplin yang melibatkan dokter, perawat wound care, podiatry, rehabilitasi medik, ahli gizi, hingga layanan vaskular dan bedah. Dalam implementasinya, Project Diabetic Wound Care Management 2025–2030 juga diarahkan untuk memperkuat peran tenaga kesehatan kompeten seperti WOC Nurse, diabetic foot educator, dan advanced wound clinician sebagai bagian penting dalam transformasi pelayanan luka modern di Indonesia. Pendekatan kolaboratif antara rumah sakit, fasilitas pelayanan primer, organisasi profesi, institusi pendidikan, dan komunitas diharapkan mampu menciptakan model pelayanan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan adanya penguatan kompetensi, sistem rujukan yang lebih baik, serta integrasi pelayanan multidisiplin, project ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka amputasi, mempercepat penyembuhan luka, meningkatkan kualitas hidup pasien, serta mendukung transformasi layanan kesehatan Indonesia menuju pelayanan wound care yang lebih maju dan berbasis evidence.

Detail Kegiatan
Mengusung tema “Empowering Care Through Knowledge, Connection, and Compassion"

Kembali ke CONFERENCE