Wocare Indonesia
Wocare Center Pusat Perawatan Luka, Stoma & Inkontinensia
← SOSIAL

YAYASAN WOCARE INDONESIA KEMBALI MENYUMBANG UNTUK YAYASAN KANKER INDONESIA SENILAI RP. 212 JUTA RUPIAH

Pada tanggal 6-7 Juli 2024, Gedung Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjadi saksi dari acara tahunan "6th Stoma Care Week." Acara yang diprakarsai oleh Indonesian Ostomy Association (InOA), Yayasan Kanker Indonesia (YKI), dan Yayasan Wocare Indonesia. 2

Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama diantaranya Pertama, untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tenaga kesehatan serta masyarakat tentang perawatan stoma. Melalui edukasi yang bermanfaat dari perawatnya, diharapkan pasien dan keluarga dapat mengelola kondisi stoma mereka dengan lebih baik. Kedua, acara ini memfasilitasi dialog antar pemangku kepentingan guna bertujuan untuk meningkatkan akses layanan bermutu dan sumber daya terkait stoma di masa mendatang. Ketiga, "6th Stoma Care Week" juga bertujuan untuk memfasilitasi penggalangan dana dan penyediaan kantong stoma, sehingga ostomate dapat lebih mudah mendapatkan akses ke kantong stoma yang mereka butuhkan. Keempat, hasil dari kegiatan ini akan disalurkan sebagai donasi kepada Yayasan Kanker Indonesia guna membantu pasien stoma yang membutuhkan dukungan.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bapak Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan, Prof. Nunung. Beliau hadir melalui media Zoom dan memberikan kata sambutan yang penuh inspirasi. Prof. Nunung menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pelayanan dan edukasi kepada ostomate, mengingat pengalamannya pribadi dan kesadaran akan tantangan yang dihadapi oleh penyandang stoma. Dalam sambutannya, Prof. Nunung menekankan bahwa penanganan stoma tidak hanya mencakup aspek kesehatan, tetapi juga aspek sosial, psikologis, dan budaya. Dukungan dari keluarga dan organisasi sangat penting untuk mendorong secara psikologis teman-teman ostomate agar mendapatkan kesempatan yang sama dengan yang lain. Keterlibatan semua pihak diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi penyandang stoma.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. Aru W. Sudoyo, Sp. PD., KHOWM., FINASIM., FACP, juga turut memberikan sambutan. melalui Zoom, Beliau menegaskan komitmen YKI untuk terus bekerja sama dengan Yayasan Wocare dalam membantu memfasilitasi pasien-pasien stoma agar mendapatkan  fasilitas yang layak. Prof. Aru juga menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam mendukung pasien-pasien stoma.

Tema "Embracing Life" pada Stoma Care Week tahun ini sangat khusus, karena dalam konteks perawatan stoma dan kualitas hidup pasien, ada panggilan untuk selalu mendukung dan mensupport pasien stoma secara holistik dan penuh perhatian. Stoma Care Week & Norma N Gill Tahun 2014 juga didukung oleh sejumlah sponsor terkemuka, termasuk Metcovazin, Coloplast, Hollister, Solusi Luka Indonesia, Unicelle, dan Bactiguard. Dukungan dari para sponsor ini sangat berharga dalam menyukseskan acara yang berfokus pada perawatan stoma dan peningkatan kualitas hidup pasien stoma di Indonesia.

Ragam materi yang dibawakan oleh Para Expert hadir Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk, M.Epid, MARS Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi dan ketua bidang Sosial YKI menjelaskan materi terkait InOA vision and Future Plan, Hadir Pula Ibu Carol Stott RN, ETN. dari Australia sekaligus Education Committee Member WCET memberi Materi tentang International Stoma Care Education : Advancing Global Knowledge. Di lanjut oleh Ibu Widasari Sri Gitarja, S. Kp., MM., MARS., WOC(ET)N selaku ketua Yayasan Wocare Indonesia membawakan materi Stoma Care Perspective – initiatives: Enhancing Stoma Care in Indonesia + Stoma Nurse Video.

Live with Stoma adalah sesi yang dibawakan oleh Muhammad Daffa, seorang ostomate. Dalam sesi ini, Muhammad Daffa akan berbagi pengalaman pribadi dan wawasan tentang hidup dengan stoma, termasuk tantangan yang dihadapinya dan cara-cara efektif untuk mengelola kondisi ini. Dilanjut dengan diskusi Panel. Selain Pemaparan materi dan para pembicara Expert, kegiatan ini juga diselingi dengan berbagai workshop yang sangat bermanfaat, termasuk Workshop Perawatan.

Pasien dengan Post Operative dengan Penggunaan Drain, Workshop Negative Pressure Wound Therapy: NPWT & NPWT for DFUs, Workshop Urostomy, Workshop Palliative Care, dan Workshop Pediatric Stoma. Setiap workshop dirancang khusus untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada para peserta, yang akan sangat berguna dalam praktik sehari-hari dalam merawat pasien.


Untuk Sesi Talk Show pertama yang dimoderatori oleh Ibu Nurhanita, M.Sc., membahas bagaimana tatanan layanan stoma yang diselenggarakan oleh berbagai lini kesehatan. Diskusi ini melibatkan beberapa narasumber penting, termasuk Ns. Tioma Naibaho, M.Kep., WOC(ET)N dari Layanan Stoma Care di Rumah Sakit Swasta, Ns. Khairul Bahri, S.Kep., WOC(ET)N dari Stoma Private Practice Wocare, Dr. Rebecca Angka, M.Biomed dari Hospice Care Medel, serta Dr. Dwi Oktavia T.L.H., M.Epid, dari Bidang Pencegahan & Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Prof. Dr. Christantie Effendy, S.Kp., M.Kes., seorang Profesor dalam bidang Palliative memberikan materi Workshop dan menyoroti pentingnya perawatan paliatif dalam mengatasi tantangan dan isu-isu terkait akhir kehidupan yang damai oleh penderita kanker.

Sesi Talk Show ke 2 juga di Moderator Nurhanita, M.Sc., memandu acara dengan sangat baik, memastikan setiap segmen berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Sesi ke 2 dengan Judul "Empowering Stoma Patient - Multidisciplinary Approach" yang disampaikan oleh Dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed. Selaku direktur RSMRCCC Sesi ini menyoroti pendekatan multidisiplin dalam pemberdayaan pasien stoma, menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai profesi kesehatan.
Hadir juga Ibu Yuliana, seorang ostomate, berbagi kisah perjuangannya dalam "Perjuangan Wanita Ostomate Mencari Dukungan," memberikan perspektif berharga mengenai pentingnya dukungan sosial dan emosional. Di sesi ini juga hadi Dr. Nia Reviani, MAPS, Asisten Deputi Peningkatan Pelayanan Kesehatan, Kementerian Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan, membahas cara-cara untuk meningkatkan kualitas hidup ostomate dengan akses yang lebih baik terhadap alat bantu kesehatan. Ns. Ida, seorang ostomate yang juga perawat, memberikan wawasan mendalam tentang pengalamannya dalam "Kisah Dua Peran: Menjadi Perawat dan Pasien," sementara Pak H. Mumuh Munadji menginspirasi peserta dengan sisinya "Aktif dan Produktif Sebagai Ostomate," menunjukkan bahwa seorang ostomate tetap bisa hidup aktif dan produktif.

Di akhir acara, Ketua Panitia, Bapak Kana Fajar, dan Ibu Widasari Sri Gitarja menyerahkan total donasi sebesar Rp. 212 juta kepada Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Pusat. Donasi ini merupakan kontribusi dari para peserta dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh SOLUSI MEDICAL EVENT dan Yayasan Wocare Indonesia. Prof. Aru, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Pusat, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Yayasan Wocare, INOA, dan Solusi Event Medical atas penyelenggaraan acara yang sangat baik ini. Donasi ini diberikan sebagai bentuk dukungan untuk mengurangi beban para penderita ostomate di Indonesia.

Dukungan dari berbagai pihak baik sponsor seperti METCOVAZIN, Coloplast Indonesia, Hollister, Solusi Luka Indonesia, Unicelle, dan Bactiguard turut berkontribusi dalam kesuksesan acara ini.