← MUSEUM OSTOMI INDONESIA
Belajar Bersama Ostomate: Perawatan Stoma yang Tepat dan Akses Pelayanan Sosial bagi Ostomate
Bogor, 4 Juni 2026 – Museum Ostomi Indonesia (MOI) kembali menyelenggarakan kegiatan Belajar Bersama Ostomate (BBO) secara daring melalui Zoom. Kegiatan yang diikuti oleh 19 peserta dari berbagai kota di Indonesia ini menghadirkan narasumber Tomi Abas, S.Kep., Ners., WOC(ET)N, Manajer Museum Ostomi Indonesia, serta Ibu Sunarti dari Sentra Terpadu Inten Soeweno.
Mengusung tema “Cara Merawat Stoma yang Baik dan Benar serta Akses Pelayanan Sosial bagi Ostomate”, kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi ostomate dan pelaku rawat dalam kehidupan sehari-hari.
Pentingnya Perawatan Stoma yang Tepat
Dalam sesi edukasi, Tomi Abas menjelaskan berbagai aspek penting dalam perawatan stoma, mulai dari pemantauan kondisi stoma hingga penanganan masalah yang sering dialami ostomate.
Salah satu topik yang banyak dibahas adalah kondisi ostomate dengan ileostomi yang mengalami keluaran stoma dalam jumlah banyak dan cenderung cair. Kondisi ini berisiko menyebabkan dehidrasi dan penurunan tekanan darah. Oleh karena itu, ostomate dianjurkan untuk mengunyah makanan hingga halus serta memastikan asupan cairan yang cukup agar keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai cara membedakan keluaran stoma yang normal dengan diare. Pada ileostomi, keluaran stoma memang cenderung lebih cair karena berasal dari bagian usus yang dekat dengan usus halus. Pemantauan rutin terhadap pola keluaran stoma menjadi langkah penting untuk mengenali perubahan yang perlu diwaspadai.
Selain itu, dibahas pula penanganan kondisi seperti:
• Keluarnya darah dari stoma atau area sekitar stoma.
• Iritasi kulit di sekitar stoma.
• Penggunaan powder dan pasta stoma secara tepat.
• Perubahan ukuran stoma akibat proses alami tubuh.
• Pemilihan dan penggunaan kantong stoma yang sesuai.
Peserta juga saling berbagi pengalaman dan tips praktis dalam menghadapi berbagai tantangan sehari-hari sebagai ostomate.
Menjaga Kesehatan Mental dan Spiritual
Selain kesehatan fisik, kesehatan mental dan spiritual juga menjadi perhatian penting dalam kehidupan ostomate. Dalam diskusi, peserta saling menguatkan untuk menerima kondisi diri, berpikir positif, memperbanyak doa, serta tetap aktif dalam kegiatan yang menyenangkan.
Keberadaan komunitas ostomate dinilai sangat membantu dalam memberikan dukungan emosional, berbagi pengalaman, dan membangun semangat untuk menjalani kehidupan secara lebih produktif dan bermakna.
Memahami Akses Pelayanan Sosial bagi Ostomate
Pada sesi berikutnya, Ibu Sunarti menjelaskan berbagai informasi mengenai akses pelayanan sosial yang dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial.
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pendataan kesejahteraan sosial, proses verifikasi kondisi ekonomi, serta cara mengakses berbagai sumber bantuan yang tersedia, baik dari pemerintah maupun lembaga non-pemerintah.
Bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial, langkah awal yang dapat dilakukan adalah berkoordinasi dengan RT/RW, kader sosial, pekerja sosial masyarakat, atau Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk memperoleh pendampingan dan informasi yang sesuai.
Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya memastikan data kependudukan dan data kesejahteraan sosial selalu diperbarui agar sesuai dengan kondisi ekonomi yang sebenarnya.
Mendorong Kolaborasi untuk Dukungan Ostomate
Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara komunitas ostomate, pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial dalam meningkatkan akses terhadap kebutuhan ostomate, termasuk ketersediaan kantong stoma dan layanan pendukung lainnya.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:
• Advokasi kebijakan kepada instansi terkait.
• Membangun kemitraan dengan perusahaan melalui program CSR.
• Mengajukan kerja sama dengan lembaga kesejahteraan sosial dan pengelola dana zakat.
• Memperkuat peran komunitas sebagai wadah dukungan dan pemberdayaan ostomate.
Komitmen MOI untuk Terus Mendampingi Ostomate
Melalui kegiatan Belajar Bersama Ostomate, Museum Ostomi Indonesia terus berupaya menghadirkan edukasi yang relevan dan bermanfaat bagi ostomate serta pelaku rawat di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana memperoleh informasi yang akurat, tetapi juga ruang untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat dukungan sosial, dan meningkatkan kualitas hidup ostomate.
Sebagai tindak lanjut, Museum Ostomi Indonesia berencana mengadakan kegiatan tatap muka bertajuk “Baking Cake” dan “Therapeutic Massage” yang ditujukan untuk mendukung kesehatan gastrointestinal, relaksasi, dan kesejahteraan ostomate.
Bersama komunitas, ostomate dapat terus belajar, bertumbuh, dan menjalani hidup dengan lebih percaya diri. 💙