Wocare Indonesia
Wocare Indonesia Pusat Perawatan Luka
← MUSEUM OSTOMI INDONESIA

Belajar Bersama Ostomate: Berbagi Pengalaman Ostomate Tentang Pernikahan, Seksualitas dan Kehamilan

Belajar Bersama Ostomate: Berbagi Pengalaman Ostomate Tentang Pernikahan, Seksualitas dan Kehamilan Belajar Bersama Ostomate: Berbagi Pengalaman Ostomate Tentang Pernikahan, Seksualitas dan Kehamilan
Kamis, 7 Mei 2026, Museum Ostomi Indonesia (MOI) kembali menyelenggarakan kegiatan Belajar Bersama Ostomate secara hybrid, yaitu luring di Museum Ostomi Indonesia dan daring melalui Zoom. Kegiatan berlangsung pukul 10.00–12.30 WIB dengan menghadirkan narasumber dan fasilitator Tomi Abas bersama para ostomate, pelaku rawat, serta dokter dari berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia. Sebanyak sembilan belas peserta mengikuti kegiatan secara daring dari Bogor, Jakarta, Cianjur, Pamulang, Palangkaraya, hingga Malaysia. Sementara delapan peserta hadir langsung di Museum Ostomi Indonesia dari Bogor dan Malaysia. Sesi ini menjadi ruang aman untuk belajar, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan antarostomate, pelaku rawat dan tenga kesehatan. Topik utama yang dibahas meliputi: • Cara Merawat Stoma yang Baik dan Benar • Seksualitas, Pernikahan, dan Kehamilan Ostomate Diskusi Seputar Perawatan Stoma Dalam sesi pertama, peserta berdialog mengenai berbagai pengalaman teknis dalam merawat stoma sehari-hari. Banyak pertanyaan muncul terkait pemilihan kantong stoma, iritasi kulit, penggunaan korset, hingga aktivitas olahraga. Salah satu isu yang cukup sering dialami ostomate adalah iritasi akibat hidrocolloid atau perekat kantong stoma. Perawat stoma menjelaskan bahwa setiap ostomate memiliki sensitivitas kulit yang berbeda sehingga perlu mencoba beberapa jenis maupun merek kantong stoma hingga menemukan yang paling cocok dan nyaman digunakan. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai posisi pemasangan kantong stoma yang tepat. Untuk kolostomi dianjurkan posisi sekitar 45 derajat miring kiri, sedangkan ileostomi sekitar 45 derajat miring kanan agar lebih nyaman dan membantu aliran output. Pembahasan lain yang menarik perhatian peserta adalah penggunaan korset stoma. Korset dianjurkan digunakan saat beraktivitas di luar rumah, berkendara, maupun berolahraga untuk membantu mengurangi risiko prolaps dan hernia. Namun saat berada di rumah dan tidak banyak aktivitas fisik, korset tidak selalu harus digunakan. Pemilihan ukuran korset juga penting dengan menyesuaikan lingkar perut agar nyaman dipakai. Selain itu, peserta berdiskusi mengenai: • Penggunaan kantong stoma convex moldable untuk meminimalkan kebocoran • Alergi plester di area luar stoma dan alternatif penggantian plaster • Pentingnya dukungan serta akses informasi sebaya, khususnya bagi ostomate kanker kandung kemih Membahas Seksualitas, Pernikahan, dan Kehamilan Ostomate Sesi kedua berlangsung hangat dan terbuka. Para peserta berbagi pengalaman serta kekhawatiran mengenai hubungan pernikahan, seksualitas, hingga kehamilan setelah memiliki stoma. Narasumber menekankan pentingnya komunikasi terbuka dengan pasangan maupun keluarga sebelum menikah atau merencanakan kehamilan. Kondisi kesehatan ostomate sebaiknya dikomunikasikan secara jujur agar tercipta pengertian, dukungan, dan kesiapan bersama. Peserta juga diingatkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menikah atau menjalani program kehamilan agar kondisi ostomate, pasangan, maupun calon bayi tetap aman dan sehat. Dalam kehidupan pernikahan, peserta mendiskusikan berbagai tantangan yang mungkin muncul, seperti rasa khawatir terhadap hubungan seksual, bunyi gesekan kantong stoma, perubahan gairah seksual akibat penyakit dan terapi, hingga kebutuhan waktu yang lebih lama untuk ereksi maupun ejakulasi. Beberapa hal praktis yang dibahas dalam sesi ini antara lain: • Melakukan komunikasi terbuka dan empatik dengan pasangan • Menyesuaikan posisi hubungan seksual agar aman dan nyaman • Melakukan irigasi beberapa jam sebelum berhubungan seksual untuk membantu mengontrol pengeluaran feses • Menghindari makanan pedas atau berlebihan agar tidak memicu diare • Menggunakan pelumas bila diperlukan • Memakai korset stoma saat berhubungan seksual untuk meningkatkan rasa aman • Menggunakan penutup kantong stoma bermotif agar lebih nyaman dan percaya diri Diskusi juga menegaskan bahwa ekspresi seksualitas tidak hanya terbatas pada hubungan seksual, tetapi juga dapat diwujudkan melalui sentuhan, pelukan, dan bentuk kedekatan emosional lainnya. Selain berbagi pengalaman, peserta saling memberikan dukungan moral dan motivasi. Banyak peserta menyampaikan apresiasi atas ruang diskusi yang terbuka, aman, dan penuh empati ini. Informasi yang dibagikan dinilai membantu meningkatkan kepercayaan diri ostomate maupun pelaku rawat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Rencana Kegiatan Selanjutnya Museum Ostomi Indonesia merencanakan sesi Belajar Bersama Ostomate berikutnya pada: Kamis, 4 Juni 2026 Pukul 10.00–12.00 WIB Secara hybrid di Museum Ostomi Indonesia dan Zoom Topik yang akan dibahas adalah: “Akses Ostomate terhadap Sistem Pelayanan Sosial” MOI juga akan membagikan foto kegiatan dan notulensi melalui grup WhatsApp. Bagi ostomate maupun pelaku rawat yang membutuhkan konsultasi lebih lanjut secara pribadi dapat menghubungi Perawat Stoma Tomi atau Ostomate Tuti melalui WAG Sahabat Ostomate di nomor 0813 1606 5923