Bogor, 25 Oktober 2025
Dalam suasana pagi yang tenang dan penuh berkah, Masjid Jami Darusalam Taman Cimanggu, Bogor, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Kajian Kesehatan bertema “Kenali, Pahami, Dukung: Peduli pada Sahabat Stoma”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Taman Cimanggu pada Sabtu, 25 Oktober 2025, ba’da salat Subuh hingga waktu syuruq.
Acara dihadiri oleh sekitar 30 jamaah, yang sebagian besar merupakan kaum lansia. Meski pagi masih begitu dini, antusiasme jamaah tampak luar biasa. Mereka datang dengan semangat untuk menambah ilmu dan memahami lebih dalam tentang kesehatan, khususnya mengenai stoma dan kehidupan para penyandangnya.
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Tomi Abas, S.Kep., Ners, WOC(ET)N, seorang perawat spesialis bidang wound, ostomy, dan continence yang juga manager Museum Ostomi Indonesia. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara jelas dan menyentuh tentang apa itu stoma, penyebab seseorang harus menjalani prosedur stoma, serta bagaimana kehidupan para ostomate — orang-orang yang hidup dengan stoma.
Tomi Abas juga menegaskan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam memberikan dukungan moral kepada para ostomate.
“Stoma bukanlah akhir dari kehidupan. Justru ini adalah awal baru untuk tetap hidup dengan semangat dan harapan. Dukungan dan pemahaman dari lingkungan adalah kunci bagi para ostomate agar tetap percaya diri,” ujar Tomi Abas di hadapan jamaah.
Selain itu, beliau juga memperkenalkan Museum Ostomi Indonesia, sebuah wadah edukasi dan kepedulian sosial yang bertujuan menumbuhkan pemahaman masyarakat tentang kehidupan para ostomate. Museum ini menjadi sarana pembelajaran penting agar masyarakat tidak lagi memandang stoma dengan stigma, tetapi dengan empati dan dukungan.
Menambah kekuatan pesan dalam kajian ini, hadir pula Muhammad Daffa Zoelhamdi, seorang ostomate dengan urostomy yang membagikan kisah hidupnya sejak lahir hingga usia 23 tahun. Dengan penuh ketulusan, Daffa menceritakan perjuangannya menghadapi berbagai tantangan kesehatan sejak kecil, proses menerima kondisi tubuhnya, hingga akhirnya mampu bangkit dan berani berbagi kisah untuk menginspirasi orang lain.
Kisah Daffa menggugah hati banyak jamaah. Beberapa di antara mereka tampak haru mendengar bagaimana seorang anak muda mampu melewati masa-masa sulit dan tetap bersyukur serta bersemangat menjalani kehidupan.
Selama acara, jamaah aktif bertanya dan berdiskusi, mulai dari bagaimana cara merawat stoma, mendukung sahabat atau anggota keluarga yang mengalaminya, hingga bagaimana mencegah penyakit yang dapat menyebabkan tindakan stoma. Suasana hangat dan penuh rasa ingin tahu membuat kajian berlangsung dengan khidmat dan bermakna.
Kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan kesehatan, tetapi juga menjadi ajang menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Melalui tema “Kenali, Pahami, Dukung”, DKM Taman Cimanggu berharap masyarakat semakin terbuka untuk memahami keberadaan sahabat-sahabat ostomate di sekitar kita.
Karena sejatinya, peduli bukan hanya tentang mengetahui, tetapi juga tentang memahami dan mendukung — agar setiap orang, termasuk mereka yang hidup dengan stoma, dapat terus melangkah dengan percaya diri dan semangat yang tak padam.