Sirkumsisi merupakan prosedur bedah yang membutuhkan pemahaman anatomi, teknik operatif, pengendalian perdarahan, pencegahan infeksi, dan perawatan pascaprosedur untuk mencapai hasil klinis yang optimal.
Referensi: (American Academy of Pediatrics [AAP], 2012; World Health Organization [WHO], 2010).
Teknologi laser telah dikembangkan sebagai salah satu pendekatan dalam prosedur sirkumsisi. Dioda laser dapat menghasilkan energi terarah yang memungkinkan pemotongan jaringan sekaligus membantu koagulasi pembuluh darah selama prosedur.
Referensi: (Korkes et al., 2019; American Urological Association [AUA], 2024).
Studi mengenai penggunaan laser pada sirkumsisi menunjukkan potensi pengurangan perdarahan dan waktu prosedur pada kondisi tertentu, tetapi hasil klinis dapat dipengaruhi oleh jenis perangkat, parameter laser, teknik operator, dan karakteristik pasien.
Referensi: (Korkes et al., 2019; El-Shafie et al., 2020).
Penggunaan laser dalam tindakan bedah memerlukan pemahaman mengenai parameter energi, panjang gelombang, teknik aplikasi, perlindungan jaringan sekitar, dan keselamatan penggunaan laser untuk meminimalkan risiko cedera jaringan.
Referensi: (International Electrotechnical Commission [IEC], 2022; American National Standards Institute [ANSI], 2022).
Pemilihan teknik sirkumsisi tetap harus mempertimbangkan indikasi klinis, usia pasien, kondisi anatomi, komorbiditas, informed consent, kompetensi operator, serta ketersediaan fasilitas dan peralatan yang memenuhi standar keselamatan.
Referensi: (World Health Organization [WHO], 2010; American Academy of Pediatrics [AAP], 2012).
Dengan mengikuti workshop ini, peserta akan memperoleh wawasan praktis yang dapat diterapkan dalam pelayanan, antara lain:
Memahami perkembangan teknologi dan prinsip penggunaan dioda laser dalam prosedur sirkumsisi.
Meningkatkan clinical decision making dalam menentukan pasien yang sesuai untuk prosedur berbasis laser.
Memahami prinsip pengaturan parameter laser dan aplikasinya sesuai kebutuhan tindakan.
Mengoptimalkan teknik pemotongan jaringan dan kontrol perdarahan dengan tetap memperhatikan keselamatan jaringan.
Meningkatkan kemampuan melakukan monitoring dan penanganan komplikasi pascaprosedur.
👉 Cek Nilai SKP Sesuai Profesi Anda di Bawah Ini
Pastikan Anda memilih kategori profesi yang sesuai saat melakukan registrasi agar nilai SKP tercatat dengan tepat dan terintegrasi pada sistem Kemenkes RI.
👨⚕️ DOKTER
✅ 1,5 SKP Kemenkes RI
• Dokter – 1,5 SKP
👩⚕️ PERAWAT / NERS / SPESIALIS KEPERAWATAN
✅ 1,5 SKP Kemenkes RI
• Ners – 1,5 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Anak – 1,5 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Gawat Darurat Kritis – 1,5 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Geriatri – 1,5 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Jiwa – 1,5 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Kardiovaskuler – 1,5 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Komunitas – 1,5 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Maternitas – 1,5 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah – 1,5 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Onkologi – 1,5 SKP
• Perawat Vokasi – 1,5 SKP
• Perawat Vokasi Level 5 – 1,5 SKP
• Perawat Vokasi Level 6 – 1,5 SKP
✨ Ikuti kegiatan sesuai profesi Anda dan pastikan data registrasi sesuai agar SKP resmi dapat terintegrasi melalui sistem Kemenkes RI.
Dalam workshop ini, peserta akan mempelajari:
Prinsip dasar dan perkembangan teknologi dioda laser dalam sirkumsisi.
Indikasi, kontraindikasi, dan pertimbangan klinis sebelum melakukan sirkumsisi dengan dioda laser.
Pengenalan perangkat, komponen, parameter, dan prinsip kerja dioda laser.
Teknik penggunaan dioda laser dalam pemotongan jaringan dan kontrol perdarahan.
Prinsip keselamatan laser dan perlindungan pasien serta operator selama prosedur.
Strategi pencegahan komplikasi seperti perdarahan, luka bakar, edema, infeksi, dan gangguan penyembuhan.
Perawatan luka dan edukasi pasien setelah prosedur sirkumsisi.
Demonstrasi atau hands-on practice untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis sesuai kompetensi peserta.
Yuk daftarkan diri Anda sekarang dan tingkatkan kompetensi bersama para ahli!
DAFTAR SEKARANG ← Kembali