Surgical Site Infection (SSI) masih menjadi komplikasi pasca operasi tersering di berbagai fasilitas kesehatan dunia. Faktanya, banyak kasus terjadi akibat assessment luka yang kurang optimal dan perawatan konvensional. Penggunaan modern dressing berbasis evidence terbukti membantu mengurangi risiko infeksi, mempercepat penyembuhan, serta meningkatkan outcome pasien pasca operasi. 🩺🔬
👉 Klik Link Berikut untuk Informasi Selengkapnya : SKP_KEMENKES
Ners — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Anak — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Gawat Darurat Kritis — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Geriatri — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Jiwa — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Kardiovaskuler — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Komunitas — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Maternitas — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Onkologi — SKP 1
Perawat Vokasi — SKP 1
Perawat Vokasi Level 5 — SKP 1
Perawat Vokasi Level 6 — SKP 1
Peserta mampu memahami proses penyembuhan luka operasi
Peserta mampu melakukan assessment luka operasi secara komprehensif
Peserta mampu mengenali tanda dini komplikasi luka operasi
Peserta mampu memilih modern dressing sesuai kondisi luka operasi
Peserta mampu menerapkan strategi perawatan luka operasi berbasis kasus dalam praktik klinis sehari-hari
Ns. Agung Ginanjar adalah perawat klinis berpengalaman dengan fokus di bidang perawatan luka, stoma, dan inkontinensia. Aktif sebagai trainer Certified Wound Care Clinician Associate (CWCCA) sejak 2015, ia juga merupakan pengajar tetap di program Indonesian ETNEP – Wound, Ostomy, Continence Therapy. Pengalamannya sebagai pembicara mencakup berbagai forum ilmiah nasional dan internasional, seperti ASEAN Wound Summit 2022, World Council ET Conference 2018, dan Diabetes Wound Expo 2024. Ia juga menjadi pembicara di banyak seminar dan pelatihan klinis di berbagai kota di Indonesia dan Malaysia. Secara profesional, Ns. Agung pernah menjabat di Wocare Center (2011–2022), PT Pohon Bidara Medika, serta RSUD R. Syamsudin SH Sukabumi sebagai perawat bedah dan anggota tim perawatan luka. Komitmennya dalam edukasi, pengembangan produk luka, serta praktik klinis menjadikannya salah satu tokoh penting dalam kemajuan perawatan luka di Indonesia.