Sekitar 70% ulkus tungkai bawah disebabkan oleh gangguan vena kronis atau Venous Leg Ulcer. Faktanya, banyak kasus di lapangan hanya dilakukan penggantian balutan rutin tanpa assessment vaskular dan compression therapy yang tepat. Akibatnya, luka sulit sembuh, mudah kambuh, serta menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan. 🩺🦵
👉 Klik Link Berikut untuk Informasi Selengkapnya: SKP_KEMENKES
Apoteker — SKP 1
Apoteker Spesialis — SKP 1
Ners — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Anak — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Gawat Darurat Kritis — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Geriatri — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Jiwa — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Kardiovaskuler — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Komunitas — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Maternitas — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah — SKP 1
Ners Spesialis Keperawatan Onkologi — SKP 1
Perawat Vokasi — SKP 1
Perawat Vokasi Level 5 — SKP 1
Perawat Vokasi Level 6 — SKP 1
🩺 Memahami patofisiologi dan faktor risiko Venous Leg Ulcer secara komprehensif
🦵 Mampu melakukan assessment luka dan vaskular secara sistematis
📚 Menguasai prinsip compression therapy sebagai gold standard terapi VLU
🩹 Mampu memilih dressing modern sesuai kondisi dan karakteristik luka
💡 Mengaplikasikan manajemen kasus Venous Leg Ulcer dalam praktik klinis sehari-hari
Ns. Agung Ginanjar adalah perawat klinis berpengalaman dengan fokus di bidang perawatan luka, stoma, dan inkontinensia. Aktif sebagai trainer Certified Wound Care Clinician Associate (CWCCA) sejak 2015, ia juga merupakan pengajar tetap di program Indonesian ETNEP – Wound, Ostomy, Continence Therapy. Pengalamannya sebagai pembicara mencakup berbagai forum ilmiah nasional dan internasional, seperti ASEAN Wound Summit 2022, World Council ET Conference 2018, dan Diabetes Wound Expo 2024. Ia juga menjadi pembicara di banyak seminar dan pelatihan klinis di berbagai kota di Indonesia dan Malaysia. Secara profesional, Ns. Agung pernah menjabat di Wocare Center (2011–2022), PT Pohon Bidara Medika, serta RSUD R. Syamsudin SH Sukabumi sebagai perawat bedah dan anggota tim perawatan luka. Komitmennya dalam edukasi, pengembangan produk luka, serta praktik klinis menjadikannya salah satu tokoh penting dalam kemajuan perawatan luka di Indonesia.